Tanah Datar (SUMBAR).GP- Ratusan umat muslim/ muslimat Jorong Koto Gadih dan sekitarnya memadati lapangan Topian Jorong Koto Gadih,Limo Kaum, Tanah Datar untuk menunaikan shalat idul Fitri 1446 Hijriyah, Senin (31/3/2025)
Bertindak sebagai imam ustadz Inran dan khatib ustadz H.Zulhermi, Malin Pono, S.Ag dilapangan depan masjid Lasykar Koto Gadih Nagari Limo Kaum itu.
Sebelum pelaksanaan shalat idul Fitri, Pengurus Masjid Lasykar diwakili Aidil dan Dedi memimpin pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh untuk kegiatan pembangunan lantai dua masjid Lasykar.
Selain menghimpun dana pembangunan lantai dua masjid Lasykar, tampak umat Islam setempat berlomba lomba menyampaikan donasinya untuk kegiatan pendidikan, dakwah, pembinaan anak yatim serta tak ketinggalan mengirimkan Infaq Shadaqahnya untuk saudara muslim di Palestina.
Khatib Zulhermi dalam khutbahnya menyampaikan keutamaan - keutamaan ibadah yang ada dalam bulan Ramadhan dengan mengutip beberapa dalil Naqli yakni Al Qur'an dan hadits Rasulullah.
Dipenghujung khutbahnya, Ustadz Zulhermi, menyampaikan dengan berakhirnya Ramadhan disinyalir sebagai musibah bagi umat muslim, oleh sebab itu mari dijaga ketaqwaan dan fitrah yang telah kita peroleh usai Ramadhan ini.
Ada empat macam sikap yang perlu kita miliki usai Ramadhan ini;
Pertama, tumbuhkan rasa takut kepada Allah. Takut tidak akan terlaksana perintah perintah Allah dan takut juga akan tergelincir ke lembah kemaksiatan.
Kedua, Selalulah waspada dengan bujuk rayuan kelompok lain yang menyatakan dia yang benar dekat dengan ajaran Rasulullah, namun sebagian ibadahnya melenceng dari kebenaran hakiki, justeru itu berpegang teguhlah kepada Al Qur'an dan hadits Rasulullah.
Ketiga, ridho atas yang sedikit, kehidupan manusia ibarat sebuah roda, ada masa diatas ada masa dibawah. Ada masa sulit dan ada masa beruntung. Orang yang beriman diuji dengan serba kekurangan, kemiskinan dia meyakini itu semua datangnya dari Allah SWT.
Keempat, bersiap siap lah menghadapi hari akhir. Tak satupun manusia yang hidup selamanya, nanti pasti menghadapi hari kiamat, setidak masing masing akan meninggal dunia pada masa yang ditentukan Allah. Yang pasti kita tidak bisa melenggang kosong menghadapi zaman akhir.
Dikuatirkan kehidupan akhir zaman banyak manusia yang merasa bersemangat untuk hal hal yang sifatnya duniawi dan lamban untuk memikirkan hari akhiratnya. Semoga kita terhindar dari hal hal yang melengahkan kita atas kehidupan akhirat, tegas Zulhermi sembari menutup khotbahnya dengan memimpin berdoa kepada Allah SWT.
#GP | Herman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar