Kegiatan berjalan alot dan diwarnai cekcok antar peserta. Karena kondisi musyawarah kurang kondusif, musywil IPM pun berakhir deadlock alias tidak menghasilkan keputusan.
Pimpinan Wilayah, Izzudin Alfatih saat dikonfirmasi wartawan usai kegiatan menuturkan, keputusan deadlock diambil karena situasi tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan Musywil.
Menurutnya, "Jika musyawarah tetap melanjutkan, ada potensi terjadi saling intimidasi dan akan terjadi tindakan anarkis dari musyawirin yang berada dalam forum, karena sampai hari kedua pelaksanaan musywil belum ada kejelasan," katanya.
Ketua Umum Pd IPM Padang, Haris mengungkapkan, "Keputusan deadlock yang sudah disepakati ini sudah jelas, sehingga selanjutnya, "Terkait dengan deadlock ini akan diambil alih oleh PW IPM Sumbar melalui pleno, dan kami juga berharap kepada PW IPM Sumbar agar segera menyelesaikan perkara ini bersama PWM Sumatera Barat," ujarnya
Dilanjutkan dengan pernyataan dari Alwi Septian (Kader IPM Sumbar) ketika ditemui wartawan di Padang, "Tentu dari adanya persoalan ini, PW IPM Sumbar juga harus bekerja keras agar musyawarah wilayah luar biasa segera dilaksanakan, kemudian dengan hal demikian, tentunya menjadi tanda tanya besar bagi kita semua selaku kader IPM Sumbar memang ada apa dengan IPM Sumbar hari ini?", karena hal seperti ini belum pernah terjadi di Musywil IPM Sumbar sebelumnya.
"Perbedaan pemikiran adalah hal biasa, tetapi kalau sampai dead lock seperti ini belum pernah terjadi," lanjutnya.
Dari sumber peserta Muswil IPM ini, juga mengungkapkan, sebuah musyawarah yang diharapkan menjadi wahana penyelesaian masalah, malah berakhir dengan kegagalan. Saat para peserta berkumpul dengan harapan menemukan solusi, terungkaplah ketidakmampuan untuk mencapai kesepakatan. Peningkatan tensi dan konflik pandangan membuat musyawarah berubah menjadi arena ketidaksetujuan yang menyulitkan proses pengambilan keputusan.
"Hasilnya, musyawarah yang seharusnya membawa perubahan positif justru berakhir dalam kekecewaan dan kegagalan," ungkapnya menyesalkan.
#GP | Red.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar