Kegiatan SAF 2021 di Kabupaten Sijunjung bertemakan "Manjapuik Nan Sabinjek Untuak Menyumarakkan Baliek Laman Silek Kito" dihadiri langsung Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat, Dra.Gemala Ranti, M.Si.
Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat Dra.Gemala Ranti, M.Si dalam sambutannya antara lain, menyampaikan kegiatan Silek Art Festival 2021 ini, merupakan yang ketiga kali pelaksanaannya di Sumatera Barat, kerjasama dengan Direktorat Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI tentunya juga dengan Pemda kabupaten, kota di Sumbar.
Pada tahun 2018 diikuti 7 kabupaten kota, tahun 2019 dengan peserta 6 kabupaten kota dan 2021 ini 6 kabupaten kota, yakni Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Agam.
"Setiap tahunnya diikuti kabupaten dan kota berbeda, tetapi Kabupaten Sijunjung, dalam 3 kali pelaksanaan SAF berturut turut selalu ikut bersama kita," ungkap Gemala.
"Bersama kita saat ini juga hadir dari Tim Indonesiana Pusat Bpk Dr.Dede yang menginisiasi kegiatan SAF ini, Tim Kurator dan Direktur Festival, Kabid Kesenian dan Diplomasi Dinas Kebudayaan Sumbar, Ilfitra, S.STP., M.Ph," kata Gemala memperkenalkan.
Diutarakan Gemala, Sijunjung ini, Kebudayaan sangat luar biasa, meskipun georpak Silokek diangkat sebagai pariwisata tetapi nilai nilai sejarah dan budaya banyaknya luar biasa, termasuk Nagari Sijunjung dengan kampung dan rumah adatnya.
Lebih lanjut, Gemala menyampaikan "Silek atau disebut pencak silat telah ditetapkan Warisan Budaya Tidak Benda (WBTB) Unisco pada Desember 2019"
"Banyak juga, Sijunjung menetapkan Warisan Budayanya, termasuk Songket Unggan. Sayogianya dalam kegiatan kebudayaan seperti malam ini, kita semua memakai songket daerah kita ini," saran Gemala.
Sebelumnya, memberikan kata sambutan Ketua IPSI Sijunjung diwakili Ketua Harian Firdaus mengungkap kan mendukung penuh kegiatan SAF 2021 Sijunjung yang "Manjapuik Nan Sabinjek Untuak Menyumarakkan Halaman Silek Kito"
"Kegiatan SAF dan FGD tentang Silek ini lebih meriah, hangat dan semarak oleh penampilan tari pasambahan grup Pusako Panai Sijunjung, Silek Harimau Piatu Calau Sumpur Kudus Selatan, Silek Kapak dari Padang Lowe, Silek Pedang yang diiringi Talempong kayu Durian Gadang dan Silek Langkah Tigo dari Sanggar Seni Kembang Melati Muaro," ungkap Kabid Kebudayaan Adha Noerpedy, S.Pd.M.Kom.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Usman Gumanti, S.Pd.MM mengatakan, para tuo tuo Silek Sijunjung betul betul mendapat pencerahan yang sangat berarti dan mendalam tentang hakikat Silek dari diskusi dua sesi yang dipandu tim propinsi dengan nara sumber Ketua LKAAM Sijunjung dan Aktivis Silek dari Propinsi Sumbar itu.
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir dalam sambutannya mengatakan, dipandang dari Wilayah Minangkabau, Sijunjung masuk dalam 4 teritorial yaitu;
Pertama Unggan dan Silantai masuk Luhak 50 Kota, kedua Koto VII, Kumanis, Sumpur Kudus masuk Luhak Tanah Datar, ketiga Batu Manjulur, Mundam dan Palangki masuk ke Kubung 13 dan sisa lainnya dikatakan daerah rantau.
Bupati Benny mengawali kata sambutannya dengan dua pantun dan mengatakan FGD- SAF yang digelar Dinas Kebudayaan Sumatera Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Sijunjung ini dikuti 30 orang Tuo Tuo silek Kabupaten Sijunjung.
Dari pantuan media kelihatan hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati H.Iradatillah, Ketua DPRD Sijunjung Bambang Surya Irwan, Sekdakab Zepnihan, AP. M.Si, Forkopimda, Ketua LKAAM, Ketua IPSI, Ketua KONI, Kepala Bank Nagari, BRI, PDAM Tirta Sanjung Buana, Cempaka motor dan Yamaha Musril.
Selain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sijunjung, Usman Gumanti, S.Pd.MM bersama para Kabid dan Kasi dilingkungannya juga hadir Kepala Dinas Perhubungan, Dagperinkop dan UKM, Parpora, Kominfo serta Satpol PP dan Damkar, Ketua Dekranasda, Ketua GOW Kabupaten Sijunjung.
Lebih lanjut Benny menyampaikan, makanya sekarang Kabupaten Sijunjung lebih dikenal dalam Adat sebagai Ikua darek kapalo Rantau, namun hal ini membuat Kabupaten Sijunjung sangat kaya dengan Adat, Budaya dan Tradisi, apalagi alam nan indah, yang sekarang sedang kita usulkan menjadi Geopark Dunia yaitu Geopark Silokek.
Menurut Benny, Pemerintah Kabupaten Sijunjung sangat intens melakukan pelestarian serta pelindungan kebudayaan ini sesuai dengan UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan UU No 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.
Pemda Sijunjung telah melaksanakan kegiatan seperti Pelestarian Cagar Budaya mulai dari pendataan, penyelamatan benda sampai pengangkatan SDM juru pelihara untuk cagar budaya tersebut.
Dijelaskan Benny pada tahun 2020 Pemda Sijunjung telah mengeluarkan SK untuk 18 Cagar Budaya dan segera akan dinaikan peringkatnya menjadi Cagar Budaya Tingkat Provinsi dan Nasional.
"Penggalian Sejarah dan Cerita Rakyat yang ada di Kabupaten Sijunjung, melalui Lomba penulisan Cerita Rakyat tingkat SMP dan Pemuda. Sampai sekarang sudah terbit dua buku Cerita Rakyat yang memuat sebanyak 48 naskah cerita rakyat," jelas Benny
Dikatakan Benny dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sudah mendapatkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia sebanyak tiga WBTB yaitu Tari Tanduak, Talempong Unggan dan "Marosok" merupakan cara menjual ternak secara tradisional.
"Kabupaten Sijunjung dipengaruhi oleh tiga daerah Darek Minangkabau tadi maka Silek yang berkembang juga berasal dari daerah tersebut, seperti Silek Tuo, Silek Harimau, Silek Starolak, dan Silek Pangian," terang Benny.
Dikatakannya, daerah Kecamatan Sumpurkudus, Koto VII dan IV Nagari lebih berkembang Silek Tuo, Silek Harimau dan Silek Staralak, sedangkan Kecamatan Sijunjung, Lubuktarok, Tanjung Gadang dan Kamang Baru lebih Berkembang Staralak dan Silek Pangian.
Menurut Benny, akhir akhir ini Halaman Silek atau Sasaran Silek itu agak lengang atau bahkan ada yang tutup, dikarenakan minat generasi muda makin berkurang, apalagi ditambah dengan penyebaran wabah Pandemi Covid-19 ini, membuat sasaran silek kita ditumbuhi rumput yang subur.
"Kita semua berharap pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Silek Art Festival (SAF) ini, dapat dicari jalan terbaik bagaimana cara pengembangan atau menghidupkan kembali Surau dan Sileknya, agar bisa membentuk Generasi Muda yang kuat lahir dan Bathin," ungkap Bupati selanjutnya membuka secara resmi kegiatan FGD- SAF 2021
#GP | Herman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar